Di Kabupaten Aceh Tengah, bencana hidrometeorologi tak hanya menyisakan lumpur dan bangunan rusak, tetapi juga memaksa madrasah menjalani peran ganda. Ruang-ruang kelas yang seharusnya dipenuhi suara riuh anak-anak belajar, sebagian masih menjadi tempat berlindung bagi penyintas.
Hingga kini, sebanyak 14 dari 105 madrasah dilaporkan belum sepenuhnya siap melaksanakan Proses Belajar Mengajar (PBM) secara normal.